Tips Menjadi Mahasiswa Aktif di Kampus

Masa kuliah tidak saja digunakan guna mengasah keterampilan akademis anda saja, loh. Masa-masa kuliah ini juga dapat digunakan guna mengasah keterampilan sosial kamu, khususnya sebelum terjun ke dunia kerja. Salah satu caranya ialah menjadi mahasiswa yang aktif di kampus, bukan mahasiswa kupu-kupu alias kuliah-pulang-kuliah-pulang.

Menjadi mahasiswa yang aktif di kampus punya tidak sedikit manfaat. Misalnya belajar menghadapi tipe-tipe orang, bersosialisasi dengan sekian banyak kalangan, memperluas networking, dan meningkatkan list empiris yang pastinya dapat memperbagus CV-mu di lantas hari. Terus, bagaimana teknik menjadi mahasiswa aktif di kampus? Berikut Quipper jabarkan caranya.

1. Jangan Malas Kumpulan UKM

Saat menjadi mahasiswa baru, usahakan untuk mengekor kegiatan-kegiatan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang terdapat di kampus. Tidak butuh semua, kok. Kamu lumayan memilih UKM yang memang cocok dengan keinginanmu.

Ada tidak sedikit UKM yang dapat diikuti, misalnya ruang belajar drama, English club, bela diri, basket, menari, paduan suara, dan tidak sedikit lagi.

Saat meregistrasi UKM, jangan melulu mengikuti UKM apa yang dibuntuti oleh teman-teman lain. Karena seringkali malah berujung jadi malas ikut UKM bila enggak terdapat temannya. Ikutlah pekerjaan UKM sebab memang minat dan hobimu di situ.

Dengan meregistrasi UKM, anda tidak hanya dapat mendapatkan ilmu baru, tetapi pun kenalan dengan teman-teman baru dari jurusan lain.

2. Kumpulan Jadi Anggota Organisasi Kampus

Eits, tidak boleh minder duluan. Menjadi anggota organisasi kampus tidak seseram yang anda bayangkan, kok. Aktif di kampus bukan berarti anda tiba-tiba jadi mahasiswa idealis yang suka berdemo. Tidak seluruh organisasi di kampus laksana itu.

Coba susunan jadi anggota laksana BEM atau organisasi fakultasmu. Siap-siap karena anda akan disibukkan dengan sekian banyak program kerja dan rapat. Nggak hanya dominan untuk peradaban kampus, pekerjaan ini pun akan memberikan anda ilmu-ilmu baru.

Misalnya, mengajar sifat kepemimpinan kamu, di mana anda harus terbiasa untuk menerbitkan pendapat ketika rapat dengan anggota lainnya. Kamu pun akan bertemu dengan teman-teman dan senior baru yang pastinya dapat sharing ilmu dan empiris mereka. Di samping itu, kamu pun jadi punya sekian banyak sudut pandang solusi masalah sebab saling belajar satu sama lain. Hal ini tentunya bermanfaat banget saat di lingkungan kerja nanti.

Tapi ikut organisasi kampus ini pastinya dengan tetap mempertimbangkan pembagian masa-masa belajarmu, ya.

3. Rajin Ikut Seminar di Kampus

Memang tidak seluruh seminar yang terdapat di kampus dapat diikuti secara gratis. Tapi, ikut seminar ini dapat menjadi modal anda di masa depan, loh. Kamu dapat mendapat ilmu dan informasi baru yang tentunya berguna.

Pilih seminar-seminar yang memang meluangkan materi sehubungan dengan mata kuliahmu. Atau barangkali yang sehubungan dengan profesi yang anda pilih di masa mendatang nanti.

Kamu pun akan bertemu dengan mentor-mentor hebat yang jadi penceramah seminar. Hal ini tentunya bakal memperluas wawasan, teknik berpikir, dan tidak tak sempat networking. Kamu juga dapat menambah kumpulan susunan sertifikat seminarmu.

4. Rajin Bertanya Saat di Kelas

Tidak melulu di luar ruangan ruang belajar saja anda harus aktif. Di dalam ruang belajar pun, anda harus mengindikasikan ‘cakarmu’. Caranya dengan rajin bertanya di kelas. Tapi bukan sembarangan pertanyaan seperti, “Bapak sudah santap siang belum?” atau “Bapak telah punya pacar belum?” ya!

Dengan tidak jarang melontarkan pertanyaan ini, anda jadi akan dikenang dosen dan dinilai punya keterampilan akademis lebih. Sebab, seringkali anak yang rajin bertanya ialah yang benar-benar peduli dan hendak memperdalam pengetahuannya. Bukan melulu yang datang, sekadar duduk, masuk kuping kiri terbit kuping kanan.

Ingat, tidak pernah terdapat pertanyaan yang salah. So, tidak boleh malu untuk tidak jarang kali mempertanyakan apa yang anda anggap belum masuk akal. Selalu ingat pepatah, malu bertanya sesat di jalan. Secara tidak sadar, kamu pun melatih diri sendiri untuk tidak jarang kali bersikap kritis, tidak peduli siapa yang berbicara.

Sumber : https://dosenpintar.co.id/

Baca Juga :

Amankah Goregan untuk Bumil ?